Menu Tutup

 

Ketua KK ESPTK

Prof. Dwiwahju Sasongko, Ph.D.

Dwiwahju Sasongko adalah Guru Besar Teknik Kimia dan Ketua Kelompok Keahlian Energi dan Sistem Pemroses Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum bergabung dengan ITB, ybs bekerja di International Business Machine (IBM). Ybs memperoleh gelar sarjana (1976) dan magister teknik kimia dari ITB, dan doktor (PhD) dari University of New South Wales (UNSW), Australia.

Ybs menekuni bidang energi terutama pada pemrosesan batubara dan biomassa, menjadi peneliti utama/anggota dengan dukungan dana dari anggaran pemerintah/ITB dan sponsor nasional/internasional serta menjadi Anthony Mason Fellow di UNSW (1996-1997). Ybs telah menulis lebih dari 140 artikel ilmiah dalam jurnal/prosiding internasional/nasional serta menyampaikan keynote speech pada beberapa seminar internasional/nasional. Ybs pernah/sedang menjadi anggota Dewan Editor beberapa jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Ybs pernah menjadi dosen tamu di University of Borås, Swedia.

Ybs adalah anggota senior American Institute of Chemical Engineers (AIChE),  pembimbing  AIChE ITB Student Chapter dan pernah menjadi pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Ybs adalah Ketua Departemen Teknik Kimia (1998-2001), Pembantu Dekan I (2002-2004) dan Dekan FTI (2004-2010) ITB. Ybs adalah Ketua Majelis Akreditasi, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016-2021) dan anggota sejak 2006.

Anggota KK ESPTK

Prof. Dr. Herri Susanto

Herri Susanto merupakan lulusan Program Doktor Teknik Kimia ITB tahun 1984. Dia menjadi Guru Besar di Program Studi Teknik Kimia ITB sejak 2006. Dia menekuni bidang keahlian Teknik Kimia yang berfokus pada pembakaran biomassa. Dia juga aktif dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan menghasilkan lebih dari 5 lulusan doktor, lebih dari 50 makalah terpublikasi di jurnal nasional maupun internasional, melakukan riset kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, serta memprakarsai beberapa pilot plant gasifikasi di Indonesia. Saat ini ia juga aktif di Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta menjadi editor di beberapa jurnal ilmiah

 

Dr. Sanggono Adisasmito

Sanggono Adisasmito menerima gelar Doktor dari Colorado School of Mines, Illinois, AS pada tahun 1992. Penelitiannya berfokus pada teknik kimia, terutama teknologi pemrosesan minyak & gas, termodinamika proses, bioreaktor unggun terfluidisasi, dan hidrat termodinamika gas alam. Dia telah menerbitkan banyak publikasi di berbagai jurnal peer-review nasional dan internasional yang telah dikutip 766 kali dan mempresentasikan makalah ilmiah di seluruh dunia. Karena hubungan aktif dengan berbagai masyarakat dan akademi serta kontribusinya, ia telah diakui oleh para ahli subjek di seluruh dunia. Saat ini, ia adalah penilai di Badan Akreditasi Nasional untuk Pendidikan Tinggi (BAN-PT).

 

Dr. Isdiriayani Nurdin

Isdiriayani Nurdin merupakan lulusan Doktor dari INPGrenoble, Perancis tahun 1988. Dia menekuni penelitian di bidang korosi dan teknologi proses elektrokimia. Konsisten berkecimpung di bidang keilmuan korosi dan elektrokimia membawa Isdiriayani Nurdin menjadi salah satu pelopor berdirinya asosiasi korosi Indonesia (Indonesian Corrosion Association, INDOCOR) dan editor Jurnal Korosi.  Selain penelitian di bidang korosi, saat ini ia aktif dalam mengembangkan penelitian terkait dengan fuel cell dan superkapasitor.

 

Hary Devianto, Ph.D.

Setelah mendapat gelar Ph.D. pada tahun 2010 dari Seoul National University, Korea Selatan, Hary Devianto melanjutkan studi post-doctoral di ENEA (Italian National agency for new technologies, energy, and sustainable economic development) dari 2010 hingga 2012. Kembali ke Indonesia pada 2012, ia menjadi lektor di Prodi Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat ini, Hary Devianto menjabat sebagai Deputy dari Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (INAFHE). Pada 2019, ia telah mempublikasikan artikel di 22 jurnal dan 15 konferensi ilmiah sebagai penulis pertama maupun penulis korespondensi, serta memperoleh 4 paten di Korea Selatan dan Indonesia. Bidang yang ditekuni saat ini adalah fuel cell (MCFC dan SOFC), karbon nano untuk superkapasitor, serta baterai Zn-udara dan elektrolisis.

 

Dr.  Pramujo Widiatmoko

Bergabung dengan komunitas Teknik Kimia ITB tahun 2010, Pramujo Widiatmoko melanjutkan studi doktor di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang pada 2011 – 2014.  Bidang penelitian yang ditekuni saat ini adalah teknik elektrokimia dan pemanfaatan energi matahari untuk sintesis bahan kimia dan proses elektrokimia lainnya. Proyek penelitian yang sedang ditangani antara lain pengembangan dan scale-up dye sensitized solar cell, reduksi elektrokimia CO2 dan produksi hidrogen berbantuan energi matahari, serta supercapacitor. Pramujo Widiatmoko juga banyak terlibat dalam kajian keselamatan proses di industrik kimia.

 

Dicka Ar Rahim, M.T.

Dicka Ar Rahim bergabung di komunitas Teknik Kimia ITB sejak 2014. Saat ini, ia sedang menempuh program doktor di Zhejiang University of Technology, China. Sebagai staf akademik, ia terlibat dalam pengajaran, penelitian, dan layanan masyarakat. Dia memiliki latar belakang ilmiah di bidang energi dan rekayasa proses. Bidang penelitian yang ditekuni adalah konversi termokimia bahan bakar padat, terutama pembersihan dan pengkondisian syngas.

 

Pri Januar Gusnawan, M.T.

Pri J. Gusnawan saat ini sedang tugas belajar di Materials Engineering, New Mexico Institute of Mining and Technology, USA. Disana, ia juga bekerja sebagai asisten peneliti di Petroleum Research Recovery Center dalam pengembangan kontaktor membran menggunakan biosolvent untuk menangkap CO2 dari gas buang. Sampai 2020, Pri J. Gusnawan telah mempublikasikan 6 artikel ilmiah di jurnal internasional terkemuka seperti Chemical Engineering Journal, ACS Sustainable Chemistry & Engineering, dan Journal of Membrane Science. Minat penelitian beliau meliputi pre-combustion & post-combustion carbon capture seperti CO2 selective solvent/sorbent/ membrane dan carbon conversion via gasification.

 

Wibawa Hendra Saputera, Ph.D.

Wibawa Hendra Saputera memperoleh gelar Ph.D. pada 2018 dari program Doktor di Particles and Catalysis Research Group, Departemen Teknik Kimia, Universitas New South Wales, Australia di bawah bimbingan Prof. Rose Amal. Bidang penelitian yang diminati adalah pengembangan teknologi berkelanjutan dan material nano fungsional. Saat ini, penelitian yang dilakukan berfokus pada pengembangan nano material baru, katalisis heterogen, elektrokatalisis, dan fotokatalisis untuk remediasi lingkungan, serta pengurangan emisi karbondioksida . Ia telah menerima berbagai anugerah hibah di tingkat ITB,  nasional, maupun internasional.  Selama 5 tahun terakhir, Wibawa Hendra Saputera telah mempublikasikan 15 artikel di jurnal internasional Q1 dan 1 bab buku yang secara kumulatif menerima 200 kutipan dan menghasilkan nilai H-indeks 9 (per Januari 2020, Google Scholar)

 

id_IDIndonesian